Langkah Tegas Bank Sentral Brasil Mengatasi Perjudian Gelap
Untuk mengatasi perjudian ilegal yang terjadi di pasar taruhan dan permainan daring, Bank Sentral Brasil mengambil sejumlah kebijakan baru. Langkah ini merupakan reaksi terhadap peringatan dari Tribunal de Contas da União Brasil yang menyoroti lemahnya pengawasan dengan kemungkinan transaksi ilegal bernilai hingga BRL40 miliar per tahun.
Panduan Kebijakan Bank Sentral
Memerangi aktivitas ilegal ini, Bank Sentral Brasil memperkenalkan Resolusi Bank Sentral No. 569. Aturan baru ini memperbarui regulasi sebelumnya dengan tujuan meningkatkan analisis risiko penipuan dan identifikasi transaksi keuangan terkait perjudian daring dari entitas tanpa izin.
Pengetatan Kontrol dan Pengaruhnya
Kebijakan ini berfokus pada pengetatan pengawasan terhadap individu dan perusahaan yang terlibat dalam kegiatan taruhan tidak sah. Dengan otoritas yang lebih besar, Bank Sentral kini lebih efektif dalam mendeteksi operasi taruhan tanpa lisensi, membatasi aktivitas ilegal yang merugikan.
Tanggung Jawab di Lingkungan Keuangan
Mulai 30 November 2026, lembaga keuangan harus menerapkan pemantauan ketat dan berbagi informasi. Sehari setelahnya, mereka diwajibkan melaporkan transaksi mencurigakan terkait perjudian ilegal. Sistem "Fraud Marker" dihadirkan untuk mengindikasikan akun terlibat, serupa dengan sistem pelaporan penipuan Pix.
Evaluasi dan Rekomendasi TCU
Pada 19 Mei, TCU mengeluarkan laporan menyoroti kelemahan dalam pengawasan operator taruhan. Dikerjakan oleh Menteri Jorge Oliveira, laporan ini memaparkan risiko pencucian uang, manipulasi hasil, dan penghindaran pajak dari aktivitas ilegal tersebut. TCU juga memberikan saran konkret kepada Bank Sentral untuk menghambat transaksi taruhan ilegal.
Dengan inisiatif ini, Brasil menunjukkan komitmen tinggi dalam mengatasi pasar taruhan ilegal yang membahayakan ekonomi dan masyarakat. Kebijakan ketat Bank Sentral diharapkan dapat menekan kegiatan ilegal serta mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap sistem keuangan dalam negeri.